Diduga Tarif Retribusi Mencekik Pedagang Lapak Lapangan Pahlawan Kota Bima Histeris
Foto : Lapak Kuliner Lapangan Pahlawan kota Bima
Kota Bima ~ Intel Media Bima ~ pada hari Senin (01/03/2021). Diduga akibat kenaikan retribusi yang mencekik, pedagang lapak baru, Histeris. Di lapangan pahlawan, Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Rasana'e Timur kota Bima.
Pimpinan Intel Media Bima, menyempatkan diri mewawancarai seorang Pedagang Di lapak Kuliner, Berkaitan Dengan adanya Polemik Yang Tarif perbulannya Senilai 500 Lima Ratus Ribu Rupiah. Mereka menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait naiknya retribusi pedagang hingga 500 ribu perbulan.
“Ini biaya retribusinya susah mencekik. Naik menjadi 500 ribu. Ini bisa membunuh pedagang,” kata Salah satu sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
Warga Lapak Kuliner yang tidak ingin namanya di Cantumkan Dalam Media ini Membenarkan, Dan Menyampaikan Keluh Kesahnya, Bahwa Sangat Mencekik Dengan Keadaan yang Kami Alami Sekarang, Dan Kami Menginginkan Kepada Pihak Dinas perindag Kota Bima Memahami Kalau Patokannya Nilai pembayaran untuk lapak, Yang oleh Wali Kota Dan Dinas Perindag Lalu adalah 500 Ratus Ribu Rupiah Perbulan.
Lanjut Dia, Bahkan Hal ini Bukan kami Tidak mampu untuk Pembayaran, akan Tetapi Pihak Pemerintah Kota Harus melihat Langsung Bagaimana Kondisi Pengunjung Di Lapak ini, Agar Tidak Menjadi Polemik.
Sedangkan, Dalam pemasukan kami Tiap Hari-Harinya Hanya 30 sampai 45 ribu Rupiah, Itu Tidak Dalam Keuntungan Kami, "Tentu Sebagai Pengguna lapak Kami mengharapkan kepada Wali Kota Bima dan pihak terkait agar mempunyai sifat Toleransi terhadap Kami warga Lapak Kuliner di lapangan Pahlawan ini Kalau Memang Yang ditentukan Harga Lapak 500 Lima Ratus Ribu Rupiah Perbulan," ujarnya. (Red/IMB/01)
Sembari Menunggu Tanggapan Pihak Dinas Diskoperindag Kota Bima dan Pemkot Bima. Berita ini Ditayangkan Oleh Pimpinan Intel Media Bima.